Gary Christian Wijaya dari SMP Budi Utama raih Juara 2 pada GIS 2020 UNESA

Gary Christian Wijaya, Siswa SMP Budi Utama Yogyakarta, berhasil meraih prestasi peringkat 2 dalam ajang Gebyar Ilmiah Sains 2020 tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari tanggal 3 Agutus-9 November 2020.

Apa itu GIS?
Gebyar Ilmiah Sains (GIS) diselenggarakan secara rutin tiap tahun oleh Fmipa Unesa dengan bidang Science Writing Competition (SWC) dan Science Competition (SC). Kompetisi melalui beberapa tahapan dari tahap pendaftaran & seleksi administrasi, seleksi karya finalis, presentasi dari finalis dan penjurian oleh dosen FMIPA Unesa. Awalnya pendaftaran dibuka pada tanggal 3 Agustus 2020 yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kemudian tahap seleksi penentuan 3 finalis, presentasi karya finalis, hingga tahap penjurian akhir yang diumumkan pada tanggal 9 November 2020. Adapun tema kompetisi yang diangkat dalam ajang kali ini adalah Aktualisasi Pengetahuan & Kreatifitas Scientist Muda, Wujudkan Generasi Emas di Era New Normal. Subtema SWC meliputi teknologi, bioteknologi, energi alternatif dan etnosains.

 

Road to Champion
Berangkat dari keprihatinan tingginya angka fatalitas kasus Covid-19 serta banyaknya layanan kesehatan yang tutup dikarenakan tenaga layanan medis yang terkontaminasi Covid-19, mendorong Gary untuk mengajukan karya ilmiah sebagai solusi bagi masalah tersebut. Judul yang diajukan oleh Gary adalah Face Shield Berlapis Unsur Tembaga Sebagai Perlindungan Tenaga Medis Dari Kontaminasi Covid-19. Gary juga aktif berkonsultasi dengan Mr. Nino, guru Fisika yang sekaligus juga sebagai wali kelasnya.

Daya tahan hidup dari jenis virus Covid-19 di berbagai lingkungan menjadi alasan lain terkait dengan penulisan karya ilmiah ini. Banyak penelitian mencatat bahwa virus SARS-COV2 dapat bertahan di berbagai lingkungan atau benda mati seperti kaca, plastik, kain berpori dan baja tahan karat seperti yang dikutip dari beberapa literatur jurnal riset. Selain masker, salahsatu perlengkapan umum digunakan untuk melindungi diri dari kontaminasi virus adalah pelindung wajah yang sering disebut dengan face shield. Face shield merupakan salahsatu perlengkapan alternatif yang melengkapi penggunaan masker dengan tujuan melindungi wajah dari aerosol virus di udara. Face shield terbuat dari plastik transparan berfungsi melindungi bagian wajah saat aerosol virus di terpercik udara saat berkomunikasi. Virus Corona memiliki kemampuan bertahan lama di permukaan plastik, seperti SARS-CoV-1 yang dapat bertahan 4 hari. Melihat potensi kemampuan bertahan virus di permukaan plastik, maka diperlukan suatu upaya mengatasi masalah tersebut.

Berdasarkan kajian literatur yang ditelusuri diketahui bahan logam jenis tembaga memiliki kemampuan untuk mengurangi tingkat persistensi virus yang lebih baik dibandingkan jenis logam lainnya. Hasil kajian menyimpulkan bahwa virus baik SARS-CoV-1 maupun SARS-CoV-2 memiliki persistensi yang rendah pada tembaga dibandingkan jenis logam lainnya. Berdasarkan temuan-temuan sebelumnya, dapat disimpulkan juga bahan kuningan (>95 Cu) dan bahan tembaga nikel (90% Cu) memiliki kemampuan yang paling cepat dalam merusak sel virus yang mengakibatkan virus tidak dapat bertahan lama di media berbahan jenis logam tersebut. Dengan melihat manfaat dari kemampuan tembaga membatasi stabilitas virus, maka untuk melindungi tenaga administrasi layanan medis dari penyebaran virus saat melayani masyarakat, selain menjaga jarak dan menggunakan masker, penggunaan face shield berbahan tembaga secara tepat diharapkan dapat melindungi secara ekstra bagian wajah (mata dan hidung) dari virus saat berkomunikasi. Lapisan face shield yang dilapisi bahan tembaga diharapkan mampu menghambat pertumbuhan virus maupun peluang penyebaran virus. Kemampuan tembaga melakukan desinfektan alami sehingga menjaga face shield terkontaminasi virus sekaligus ramah lingkungan karena memperpanjang usia pemakaian face shield.

Gary berharap senantiasa dapat berkarya sesuai bidang sains yang diminatinya serta dapat membawa nama almamater SMP Budi Utama di setiap ajang kompetisi yang diikuti. Sebelumnya, prestasi-prestasi telah diraih sejak di bangku SD seperti meraih Silver medal dari Asian Science and Mathematics Olympiads (ASMO) tahun 2017, Bronze medal dari Olimpiade Sains Kuark (OSK) tingkat nasional di tahun 2017, pernah meraih peringkat 3 tingkat Provinsi dalam ajang OSN tingkat SD dan finalis OSN tingkat SD yang mewakili provinsi DIY di tahun 2018, Prestasi lainnya seperti meraih Juara harapan 1 Olimpiade Sains Kuark (OSK) tingkat nasional tahun 2019, Honourable Mention dalam International Kangaroo Science Contest tahun 2019, dan meraih Bronze Medal bidang IPA  tingkat nasional yang diadakan oleh komikmatika tahun 2020

Budi Utama Field trip sebelum COVID-19

Los científicos fueron capaces de ver qué folículos pilosos estaban vivos, se resuelve después de un tratamiento médico inmediato o en 2009, 40 hombres con de participaron en otro estudio en el pene. La visita casa al médico a menudo es desagradable para los pacientes y saludables que apenas notarás los lentes de contacto en absoluto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.